Kunjungan kerja Fajar Riza Ul Haq ke Nusa Tenggara Barat pada Senin, 13 April 2026, menjadi penanda kuat komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Kehadiran beliau tidak sekadar seremonial, tetapi menghadirkan energi baru dalam memastikan program-program prioritas pendidikan benar-benar dirasakan hingga ke ruang-ruang kelas.
Pada hari pertama, Wamen meninjau langsung persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SD Dwijendra Kota Mataram. Di sekolah tersebut, beliau menyaksikan pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) dalam proses pembelajaran. Penggunaan teknologi ini tidak hanya membuat suasana belajar lebih menarik, tetapi juga membantu siswa memahami materi secara visual dan interaktif, sehingga meningkatkan daya serap dan minat belajar.
Interaksi hangat Wamen dengan para siswa memperlihatkan dampak langsung dari transformasi pembelajaran berbasis digital. Para siswa tampak lebih percaya diri dalam menyampaikan pemahaman mereka, sekaligus menunjukkan bahwa teknologi mampu menjembatani kesenjangan kualitas pembelajaran. Dalam dialog tersebut, Wamen menekankan pentingnya kebiasaan mencatat sebagai penguatan daya ingat, sehingga pembelajaran yang diperoleh melalui PID tidak hanya menarik, tetapi juga membekas dalam jangka panjang.
Kunjungan ini turut didampingi oleh Kepala BPMP NTB, Kepala BGTK NTB, Balai Bahasa serta jajaran Dinas Pendidikan Provinsi NTB dan Kota Mataram. Sinergi lintas pemangku kepentingan ini mencerminkan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
Rangkaian kunjungan berlanjut ke program Sekolah Rakyat di NTB. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dengan konsep pendidikan gratis berbasis asrama, negara tidak hanya menyediakan akses belajar, tetapi juga lingkungan yang mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal.
Fasilitas yang lengkap mulai dari gedung sekolah, asrama, sarana olahraga, hingga tempat ibadah memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk belajar dengan layak dan bermartabat. Seluruh biaya pendidikan yang ditanggung negara menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap kelompok rentan, sekaligus investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia unggul.
Dalam kunjungannya, Wamen meninjau langsung proses pembelajaran serta memberikan motivasi kepada para siswa untuk memanfaatkan seluruh fasilitas yang telah disediakan. Ia mengajak siswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh, dengan harapan ilmu yang diperoleh tidak hanya mengubah kehidupan pribadi, tetapi juga dapat ditularkan kembali kepada masyarakat sekitar. Pesan ini menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tentang individu, tetapi juga tentang membangun kekuatan sosial yang lebih luas.
Kunjungan kerja ini memperlihatkan bagaimana program pemerintah tidak hanya berhenti pada kebijakan, tetapi benar-benar diimplementasikan dan memberikan dampak nyata. Dari ruang kelas digital hingga asrama Sekolah Rakyat, harapan baru tumbuh—bahwa pendidikan mampu menjadi jalan perubahan, membuka peluang, dan menghadirkan masa depan yang lebih cerah bagi generasi Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Barat.