ZI WBBM

MELALUI “SILA-MO’ MENUJU WBBM

I Made Murta Astawa | 08 February 2021
MELALUI “SILA-MO’ MENUJU WBBM

Setelah mendapatkan Piagam Penghargaan sebagai salah satu Satuan Kerja Pelayanan berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada akhir tahun 2020, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Barat (LPMP Provinsi NTB) terus melakukan inovasi-inovasi pelayanan kepada stakeholder. Diawal tahun 2021 ini LPMP Provinsi NTB melalui Unit Layanan Terpadu (ULT) khususnya di masa pandemik melakukan satu inovasi. Hal ini dilakukan sebagai upaya memberikan layanan “Sepenuh Hati” yang cepat, tepat, efektif, efesien, dan ekonomis. Inovasi yang dilakukan dalam rangka mewujudkan Satuan Kerja pelayanan berpredikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Ditunjuk atau tidak oleh Kemendikbud RI yang akan diusulkan untuk dinilai sebagai Satker berpredikat WBBM, LPMP Provinsi NTB harus terus berusaha dan berupaya untuk meraih predikat tersebut.

 

Unit LayananTerpadu (ULT) LPMP Provinsi NTB membuka dan memperluas layanan on line melalui WA, Telegram dan Zoom Meeting yang dikemas dalam Sistem Informasi Layanan Melalui On line “Sila-Mo”. “Sila-Mo” merupakan bahasa salah satu etnis di Provinsi Nusa Tenggara Barat  yaitu dari etnis Samawa yang artinya Silahkan. Bahasa ini diambil dalam rangka mengangkat budaya lokal atau kearifan lokal sehingga budaya Nusantara tidak akan punah dan tetap lestari. Sistem Informasi Layanan Melalui On Line “Sila-Mo” diharapkan akan menambah deretan inovasi-inovasi yang telah dihasilkan selama ini.

 

Menurut Koordinator Unit Layanan Terpadu (ULT) LPMP Provinsi NTB Dian Rohadiah, S.Sos., M.IP., “ Layanan Informasi dan Pengaduan Tatap Muka melalui Zoom Meeting akan dilakukan setiap hari Kamis mulai pukul 10.00-12.00 Wita. Layanan Zoom Meeting dilaksanakan mulai tanggal 11 Februari 2021. Pertanyaan silahkan diisi terlebih dahulu melalui tautan http://bit.do/tanya-ULTLPMPNTB selanjutnya akan dijawab pada saat tatap muka oleh petugas. Dengan hadirnya “Sila-Mo” diharapkan pelayanan publik LPMP Provinsi NTB dapat lebih cepat dan dekat dengan masyarakat “.

 

Dian menambahkan, “ Berdasarkan rekapitulasi permintaan informasi dan pengaduan ULT LPMP Provinsi NTB tahun 2020, jumlah pelayanan secara tidak langsung  melalui WhatsApp adalah 1198, dan pelayanan secara langsung tatap muka sejumlah 457 dengan rincian  : 118 melalui loket ULT dan 339 melalui kegiatan Sajian Unit Layanan Terpadu Keliling “SULING” di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Lombok Tengah. “Sila-Mo” yang dilakukan melalui Unit Layanan Terpadu (ULT) sebagai upaya memberikan layanan cepat tak terbatas ruang dan waktu “.

 

“ Kami memberikan apresiasi dan attensi setinggi-tingginya kepada Tim Unit Layanan Terpadu (ULT) LPMP Provinsi NTB yang telah menghasilkan ide/gagasan luar biasa, sehingga layanan public menjadi lebih bervariatif dimasa pandemik covid-19 ini. Pada masa pandemi ini Layanan publik tidak boleh terhenti sehingga dalam situasi apapun masyarakat akan merasa dilayani dan menerima pelayanan yang berkualitas. Peningkatan kualitas layanan sangat didambakan oleh seluruh masyarakat atau publik ”, kata Drs. I Made Murta Astawa, M.Pd. salah satu Widyaparada LPMP Provinsi NTB.

 

Made juga mengungkapkan, “ Satuan kerja yang telah meraih penghargaan sebagai satker pelayanan berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) harus terus-menerus melakukan terobasan-terobosan inovasi layanan sehingga menjadikan satker yang berbeda dengan satker yang lainnya. Termasuk juga LPMP Provinsi NTB. Kita tidak boleh lagi memberikan layanan yang biasa-biasa, akan tetapi harus memberikan layanan yang luar biasa dan berbeda dengan satker yang lain. Kreatifitas dan inovasi dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada dituntut terus dikembangkan sehingga lembaga ini bisa dan siap menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) “.

Si Intan v2 (Sistem Informasi Instan) BPMP Provinsi NTB
Bot
SI INTAN v2 - BPMP NTB
Sistem Informasi Instan
Offline
Admin sedang offline, gunakan menu pengaduan.
INTAN sedang mengetik...
Admin sedang mengetik...