Dalam rangka pemulihan dan transformasi pembelajaran melalui program kampus mengajar, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Barat (BPMP NTB) menyelenggarakan pelepasan mahasiswa program kampus mengajar angkatan ke-5 tahun 2023 di Aula Wijaya Kusuma BPMP NTB dengan diikuti 143 peserta dari unsur Dinas Pendidikan, Rektor, Dosen Pembimbing Lapangan, Mahasiswa, dan Kepala Sekolah di NTB.
Program Kampus Mengajar merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kelas perkuliahan selama satu semester. Mahasiswa belajar dengan menjadi mitra guru di sekolah dalam menyusun strategi akselerasi penguatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di satuan pendidikan dasar. Setelah melewati berbagai rangkaian proses mulai dari pendaftaran, seleksi hingga pembekalan, sebanyak 21.045 mahasiswa akan ditugaskan ke 5.093 SD dan SMP di seluruh Indonesia. Pelepasan Peserta Program Kampus Mengajar Angkatan 5 digelar untuk memberikan apresiasi kepada semua pihak yang sudah mendukung terselenggaranya Kampus Mengajar Angkatan 5 sekaligus melepas secara resmi mahasiswa peserta untuk mulai bertugas di sekolah sasaran.
Pelepasan mahasiswa program kampus mengajar angkatan 5 yang berlangsung bersamaan di 34 provinsi dilepas secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Bapak Nadiem Anwar Makarim secara daring, Jum’at (17/02/2023).
“Mahasiswa Kampus Mengajar yang paling berani keluar dari zona nyaman untuk berkontribusi, pergi kesekolah-sekolah berbagai daerah dan desa membantu bapak/ibu guru serta peserta didik membuat proses pembelajaran yang menyenangkan dan memerdekakan,” Tuturnya menceritakan pengalaman mahasiswa saat berkunjung ke daerah-daerah program Kampus Mengajar.
Kampus Mengajar merupakan program kolaborasi dimana penerima manfaatnya adalah mahasiswa dan siswa di jenjang pendidikan dasar. Program ini berfokus pada dua luaran, yaitu pengembangan kompetensi mahasiswa peserta program melalui peningkatan kapasitas kepemimpinan, kreativitas dan inovasi, penyelesaian masalah, komunikasi, manajemen tim, dan peningkatan cara berpikir analitis, serta peningkatan literasi dan numerasi bagi siswa di sekolah sasaran.